Mengenal Budaya

Kebudayaan di sekitar kita entah sejak kapan telah runtuh secara perlahan. Atas nama globalisasi, produk konsumtif secara massal berkeliaran meraja lela di sekitar kita. Sebagai salah seorang anak yang hidup di dalam era  tahun 90-an, saya begitu merasakan terjadinya perubahan kebudayaan yang saat ini dampaknya terasa sekali di sekitar kita. Indonesia, ya sebuah negara dengan nama besar yang didalamnya terdiri atas beragam kebudayaan berbeda disana, sebut saja tidak hanya di setiap pulau, di setiap daerah dalam pulau tersebut masing – masing memiliki kebudayaan khas milik mereka sendiri. Namun, sekali lagi semakin perlahan terlihat bahwa kebudayaan kita, adik – adik kita saat ini mulai terkikis dan berkurang yang akhirnya berdampak pada kebudayaan anak – anak di masa kini, yang statis dan terasa seperti kurang berbahagia seperti di zaman saya dan pendahulu – pendahulu saya, dimana saat itu setiap harinya senantiasa ada kebahagiaan disana melalui beragamnya kebudayaan yang dimiliki oleh setiap inci kehidupan di sekitar kita.

Maka akan menjadi suatu hal yang menarik dan mengasyikkan, ketika suatu waktu seorang teman berbicara mengenai kesadaran hati kita untuk membangunkan atau menyadarkan orang lain untuk kembali sadar bahwa kita memiliki kebudayaan yang melimpah, yang indah, yang seharusnya dapat kita tingkatkan serta banggakan untuk kesadaran diri kita dan bagi masyarakat di sekitar kita. Harus kita akui globalisasi secara nyata telah menghilangkan masyarakat kita akan kesadaran budaya asli milik Indonesia tersebut, namun sejatinya kita tidak harus terlena dengan globalisasi tersebut, melainkan sudah sebaiknya kita kembali untuk mencintai kebudayaan kita yang beragam dan melimpah ini.  Karena dari kebudayaan asli milik kita sendiri inilah rasa toleransi sopan santun, serta nilai – nilai nyata kehidupan, dan keberagaman hidup secara tidak langsung diajarkan dan didapatkan secara otodidak, tentunya hal ini telah sesuai bukan dengan makna besar dari semboyan negara kita, Bhinneka Tunggal Ika?

Akhir – akhir ini bukankah di sekitar sudah mulai terasa hilangnya rasa toleransi tersebut?

Yuk…pelajari kembali kebudayaan kita!

ADIPURNO WIDI PUTRANTO (@adipurnowp)

‘putra, bukan nama sebenarnya”

Lulusan Hubungan Internasional

Universitas Katolik Parahyangan

2011

Aside

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: