Sastra adalah kamera bertinta

Berita soal Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin yang akan ditutup di Kompas beberapa hari ini membuat hati saya pilu. Pasalnya, menurut saya sastra itu sangat indah dan memiliki kekuatan besasr! Sastra bisa memberikan kita sebuah gambaran situasi dan kehidupan manusia pada saat sastra tersebut dibuat. Sebuah kartya sastra bukanlah sebuah tulisan dengan diksi yang ‘ajaib’ (jarang digunakan) atau dengan penyusunan kalimat yang ‘mendalam’ (maksudnya tuh kalimat rancu, yang mebuat kita harus membacanya beberapa kali baru bisa menerka apa yang dimaksud penulis). Lebih dari sekedar itu, saya melihat bahwa sebuah karya sastra adalah potret pada masanya.

Pada masa Balai Pustaka, pada masa Angkatan Pujangga Baru. Saya tidak akan sok tahu berkata-kata tentang hal-hal ini, karena saya sendiri adalah orang yang masih awam. Hanya beberapa karya sastra pada masa-masa lalu yang pernah saya baca. Hasil goretan pena para penulis ternama Indonesia seperti Chairil Anwar dan tentu saja Pramoedya Ananta Toer (salah satu favorit saya). Mereka bisa dengan begitu lugas menggambarkan apa yang mereka rasakan, pandangan dan argumentasi mereka tentang lingkungan di sekitar mereka dengan menggunakan imajinasinya dalam cerita-cerita. Sebagai seorang anak yang suka menghayal, membaca sebuah karya sastra memberikan saya bentuk imaji yang sama sekali baru dan tidak saya lihat di kehidupan sehari-hari. Kamera untuk menjepret momen-momen di masa lampau masih sangat jarang. Setiap ada foto yang dibuat pada masa-masa itu, pasti harus dilakukan dengan khusus, memanggil seorang juru foto, dan pasti karena ada satu momen penting untuk diabadikan. Oleh karena itu, catatan dan gambaran jelas tentang kehidupan berbangsa dan bertanah air pada masa-masa lampau itu hanya ada melalui catatan sejarah yang dituliskan dalam imajinasi para penulis pada masa itu.

Pada masa lalu, karya sastra dapat menggerakan massa dan menciptakan kobaran semangat bagi orang yang menyimaknya, dengan kata lain, karya sastra dapat memprovokasi masyarakat. Sebaai contoh, dalam manifesti Angkatan Pujangga Baru, dinyatakan bahwa fungsi kesusastraan itu, selain melukiskan atau menggambarkan tinggi rendahnya suatu bangsa, juga mendorong bangsa tersebut ke arah kemajuan (Drs. Abdullah Ambari. 1986. Intisari Sastra Indonesia. Bandung: CV. Djantika). Betapa pentingnya sebuah karya sastra bagi kemajuan masyarkatnya, bagi pengenalan diri masyrakat akan dirinya sendiri, juga masa lalunya, terlebih lagi, atas bangsanya.

Sangat disayangkan karena minat baca masyarakat saat ini sangat rendah, terutama di tingkat anak-anak, remaja, bahkan mahasiswa. Bentuk visual menjadi lebih menarik. Saya tidak mengatakan bahwa film-film itu buruk. Tidak. Hanya jika kita menerimanya saja dan tidak mengkritisinya, kita akan kehilangan kemampuan imajinasi kita dan hanya mentok pada gambaran yang sudah divisualisasikan dalam film.

Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin memiliki koleksi sastra dari tahun 1900-an, seperti sastra Tionghoa Melayu yang menggambarkan kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia pada masa itu. Koleksi di museum ini juga sangat otentik karena masih memiliki ketikan asli, bahkan yang masih dalam bentuk tulisan tangan!!! Pemerintah lalai dalam melihat ini, semoga kesadaran yang sudah muncul (seperti yang sudah dikabarkan di Kompas), bahwa Pemda DKI akan memberikan dana yang lebih besar, bahkan pihak DPR juga sudah mengeluarkan suara dukungannya. Semoga ini bisa menjadi sebuah angin segar bagi perkembangan kesusastraan Indonesia. Pramoedya pernah berkata kurang lebih seperti ini, “saya menulis, karena saya ingin dikenang, saya ingin anak-cucu saya mengetahui keadaan pada masa itu. Karena sebuah karya sastra umurnya lebih panjang dari umur manusia”.

TULIS! TULIS! TULIS! (Saut Sitompul)

Salam,

Atha Purba

25 Maret 2011


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: