Petualangan Toraja I

TORAJA: TANAH PARA RAJA

Anak muda dan jalan-jalan adalah dua kata yang seringkali dipakai secara berdampingan dalam satu kalimat. Layaknya anak muda lainnya, saya juga suka jalan-jalan, menikmati alam dan lingkungan sekitar saya. Saya sampai memiliki daftar tempat-tempat yang suatu hari nanti harus saya kunjungi, karena cintanya (dan besarnya rasa penasaran) saya untuk menjelajahi tempat-tempat baru. Dari ujung bumi satu ke ujung bumi yang lain, dalam daftar saya itu sudah tertulis banyak tempat dan kegiatan yang ingin saya coba.

Suatu waktu ketika saya melihat ulang daftar keinginan saya tersebut, banyak yang terletak di luar negeri. Lalu saya terusik, kenapa sedikit sekali yang ingin saya datangi di dalam negeri sendiri? Usut punya usut, informasi yang saya dapatkan tentang tempat-tempat menarik itu lebih banyak tentang luar negeri sedangkan informasi mengenai negeri sendiri belum begitu popular.

Kali ini saya ingin berbagi salah satu cerita mengenai kemegahan alam dan budaya Toraja, yang saya yakin, belum menjadi tujuan wisata popular bagi banyak anak muda di Indonesia karena mahalnya biaya transportasi dan akomodasi. (Maklum, lebih murah jalan ke Singapura dan bahkan ke Thailand kadang dibandingkan ke tempat ini).

Kota ini sudah termasyur sampai dengan ujung benua, namun ketika saya beberapa kali mengunjunginya, lebih banyak turis mancanegara yang mampir dan mengapresiasi apa yang ada disana. Buktinya bisa dilihat dari banyaknya pemandu wisata yang tidak saja bisa berbahasa Inggris, namun juga fasih berbahasa Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, dll.

Tempat wisata kebanyakan di Toraja adalah berupa kuburan. Kuburan batu, Kuburan pohon, Kuburan batu lainnya, pokoknya temanya itu akrab dengan kematian. Ada juga tempat wisata alam lainnya, seperti pemandian air panas dan tempat untuk melihat pemandangan dari atas bukit, namun primadona wisatanya tetaplah yang berbau kematian.

Perayaan Kematian merupakan hal yang tidak terpisahkan dari masyarakat Toraja. Perayaan kematiaan bisa dilaksanakan hingga satu minggu penuh dengan ribuan undangan yang melayat, ataupun turis yang penasaran dengan tata cara adat pemakaman di daerah Toraja. Berikut adalah beberapa hal penting maupun tempat yang sempat saya kunjungi dalam beberapa lawatan saya ke tempat ini

TONGKONAN: Lambang Kebanggaan

Rumah tradisional Toraja disebut dengan nama Tongkonan, dan terbuat dari Kayu yang ujung-ujung atapnya membentuk semacam bentuk tanduk yang menjulang ujungnya ke langit. Selain menjadi tempat tinggal, Tongkonan juga digunakan oleh masyarakat Toraja sebagai tempat penyimpanan beras dan juga tempat penyimpanan mayat (sebelum mereka diupacarakan). Umumnya setiap keluarga di Toraja memiliki Tongkonan, dengan banyak macam ukuran. Harganya bisa mencapai lima ratus juga lebih untuk memilki Tongkonan dengan ukuran sedang.

Banyak sekali ukiran yang menghiasi bagian luar Tongkonan Toraja ini. Begitu halus sehingga rasanya wajar jumlah yang harus dibayarkan untuk memiliki sebuah Tongkonan.

Ketika memasuki bagian dalam Tongkonan, saya baru menyadari bahwa pembuatan rumah tradisional ini tidak menggunakan paku atau apapun yang berbahan dasar besi. Masyarakat Toraja mempunyai teknik tradisional khusus yang sangat ramah lingkungan. Bahan dasar Tongkonan biasanya diambil dari kayu pohon Uru. Uniknya, tidak ada serangga yang menggerogoti kayu di Tongkonan, sehingga biasanya mereka hanya membangun kembali setelah puluhan, bahkan ratusan tahun. Atap Tongkonan itu dibuat dari bamboo dank arena tingginya langit-langit dalam Tongkonan, orang Toraja tidak butuh AC dan sejenisnya untuk merasa sejuk di dalam rumah.

Amelia Rhea (Kontributor ProAngsa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: